Hadapi Hoaks Vaksin Dengan Libatkan Peran Masyarkat

Jakarta, Whoseturnisitgames com – Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali mengidentifikasi 111 isu hoaks yang berkaitan dengan Vaksin Covid-19, semua isu hoaks itu tersebar di 578 platform digital.

“Dari 111 hoaks itu disebarkan melalui Facebook sebanyak 471, Instagram 9, Twitter 45, YouTube 38 dan TikTok 15. Semuanya sudah ditakedown oleh Tim AIS Kominfo,”jelas Anthonius Malau Koordinator Pengendalian Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo dalam Diskusi Teknis Penanganan dan Penegakan Hukum Disinformasi/Hoaks Covid-19, yang berlangsung secara virtual.

Baca juga: Hadang Pusaran Hoaks ‘Melumat’ Vaksin Covid-19  

Menurut Malau, hoaks seputar vaksin Covid-19 lambat laun terus meningkat. jika hoaks mengenai vaksin dibiarkan melumat mindset masyarakat, akan berdampak langsung pada capaian kesuksesan vaksinasi oleh pemerintah.

“Karena vaksin ini menjadi program pemerintah yang tidak boleh gagal, program ini harus berhasil seperti yang dikatakan para ahli untuk mencapai target herd immunity masyarakat supaya bisa dikendalikan Covid-19,” lanjutnya.

Kini Kominfo tidak hanya melabelkan sebuah informasi terkategori hoaks, disinformasi, atau misinfomasi, tetapi ada langkah selanjutnya yakni mendiseminasi informasi tersebut kepada kementerian/lembaga, termasuk pemerintah daerah.  “Supaya seluruh lapisan masyarakat dapat memahami dan mengetahui bahwa informasi terkait dengan vaksin (berbahaya) itu hoaks,” ujarnya.

Baca juga: Hati-Hati, Hoaks Vaksin Covid-19 Melonjak Tajam

Dalam pandangan Malau, pemerintah daerah memegang peranan penting menyoal diseminasi informasi kepada masyarakat tentang hoaks vaksinasi. Kementerian Kominfo juga mengapresiasi berbagai masukan dari hasil diskusi tersebut untuk dilakukan berbagai upaya dalam menangkal hoaks vaksin.

“Ada bahan masukan yang sangat bagus terkait dengan penanganan hoaks vaksin Covid-19 ini bisa kita buatkan semacam poster yang akan ditempelkan di puskesmas-puskesmas, di dalam poster itu berisi informasi terkait dengan klarifikasi,” ungkapnya.

Malau menceritakan, poster yang akan dipasang di puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan itu sangat bermanfaat untuk memberikan klarifikasi atas beredarnya hoaks tentang vaksin dan vaksinasi yang diberikan oleh otoritas terkait. 

Baca juga: Hati-Hati, Hoaks Vaksin Covid-19 Melonjak Tajam

Selain menjadi konsumsi informasi di lingkungan kesehatan, Kementerian Kominfo juga berharap masyarakat dapat menyebarkan kembali agar tidak ada lagi yang menolak vaksinasi.

“Dalam poster itu juga nanti diberi keterangan apabila masyarakat menemukan hoaks bisa dicek atau dilaporkan melalui website resmi otoritas yang berwenang. Ini saya pikir suatu langkah yang bagus, karena puskesmas kan menjadi urusan pemerintah daerah.” tandasnya.